SAAT MENEMPATI RUMAH BARU, LAKUKAN BEBERAPA HAL INI AGAR BERKAH, INSYA ALLAH..




Satu diantara karunia yang Allah SWT berikanlah pada seseorang hamba yaitu tempat tinggal. Karena itu, orang yang memperoleh tempat tinggal baru sebaiknya menjadikannnya sebagai ladang kebaikan serta beribadah dan tenpat berdzikir pada-Nya, Apa yang semestinya kita sebagai umat muslim kerjakan waktu akan menempati tempat tinggal baru? begini adabnya..
http :// okezone-post. blogspot. co. id/
Pertama, bersukur pada Allah atas nikmat ini

Allah berfirman,
وَإِذ�' تَأَذَّنَ رَبُّكُم�' لَئِن�' شَكَر�'تُم�' لَأَزِيدَنَّكُم�' وَلَئِن�' كَفَر�'تُم�' إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Ingatlah saat Tuhanmu menginformasikan ; “Sesungguhnya bila anda bersukur, tentu Kami bakal memberi (nikmat) padamu, apabila anda memungkiri (nikmat-Ku), jadi sebenarnya azab-Ku begitu pedih. ” (QS. Ibrahim : 7)

Imam As-Sa’di menerangkan, inti sukur ada 3 :
Mengaku kalau nikmat itu dari Allah, serta bukanlah semata hasil karyanya
Memberikan pujian pada Allah atas nikmat yang sudah Dia anugerahkan
Memakai nikmat itu untuk aktivitas yang Allah ridhai, serta bukanlah untuk suatu hal yang terlarang.

Kebalikan dari hal semacam itu yaitu kufur nikmat yang hukumnya terlarang. (Tafsir As-Sa’di, 422).

Ke-2, syukuran tempat tinggal baru

Sebagai bentuk menyempurnakan rasa sukur itu, kita disarankan untuk mengadakan walimah, mengundang orang lain untuk makan-makan. Walimah ini kerap diistilahkan dengan Al-Wakirah. Beberapa ulama begitu menyarankan hal semacam ini, salah satunya Al-Imam As-Syafii. Beliau menyampaikan mengenai Al-Wakirah :
ومنها الوكيرة، ولا أرخص في تركها
“Diantara bentuk walimah yaitu Al-Wakirah. Saya tak berikan kelonggoran untuk meninggalkannya. ” (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, 8/207).

Ketiga, masuklah tempat tinggal baru dengan mambaca :
مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
MASYAA-ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH

Bacaan ini ada dalam firman Allah di surat Al-Kahfi,
وَلَو�'لَا إِذ�' دَخَل�'تَ جَنَّتَكَ قُل�'تَ مَا شَاء اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ إِن تُرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنكَ مَالاً وَوَلَداً
“Mengapa anda tak menyampaikan saat anda masuk kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semuanya terwujud, tidak ada kemampuan terkecuali dengan pertolongan Allah). Seumpamanya anda anggap saya lebih sedikit darimu dalam soal harta serta keturunan. ” (QS. Al-Kahfi : 39).

Saat mengulas ayat ini, Ibnul Qayim menyampaikan,
فينبغي لمن دخل بستانه أو داره أو رأى في ماله وأهله ما يعجبه ، أن يبادر إلى هذه الكلمة، فإنه لا يرى فيه سوءا
“Selayaknya untuk orang yang masuk kebunnya, atau tempat tinggalnya, atau terheran pada harta serta keluarganya, sebaiknya dia selekasnya membaca kalimat ini. Lantaran dia akan tidak lihat suatu hal yang jelek pada nikmat itu. ” (Al-Wabilus Shayyib, hlm. 165).

Lalu Ibnul Qayim membawakan kisah dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا أَنعَمَ اللهُ عَلَى عَبدٍ نِعمَةً فِي أَهلٍ وَمَالٍ وَوَلَدٍ فَقَالَ : (مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلا بِاللهِ) ، فَيَرَى فِيهَا آفَةً دُونَ المَوتِ
Bila Allah berikan pada seseorang hamba nikmat kebaikan pada keluarga, harta, atau anak, lalu dia membaca : “masyaa-allah, laa quwwata illaa billaah” jadi dia akan tidak lihat ada cacat dalam nikmat terkecuali kematian. (HR. At-Thabrani dalam Al-Ausath 6/126, dishahihkan Ibnul Qoyim dalam Syifa Al-Alil 1/182, serta didhaifkan Al-Albani dalam Ad-Dhaifah).

Ke empat, kami tak menjumpai ada doa spesial atau bacaan spesial saat masuk tempat tinggal baru. Cuma saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyarankan untuk banyak beramal saat dirumah, tetapi sifatnya umum berlaku untuk semuanya tempat tinggal, bukan sekedar tempat tinggal baru. Tersebut salah satunya,
1. Rajin baca Alquran serta beribadah apa pun didalam tempat tinggal. Terlebih membaca surat Al-Baqarah.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, kalau Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لا تجعلوا بيوتكم مقابر، إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة
“Jangan kalian menjadikan tempat tinggal kalian seperti kuburan. Sebenarnya setan lari dari tempat tinggal yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya. ” (HR. Muslim 780, At-Turmudzi 2877)

Dalam hadis ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam men-kontras-kan pada tempat tinggal dengan kuburan. Beliau memerintahkan supaya tempat tinggal kita tak jadikan seperti kuburan. Satu diantara karakter yang mencolok dari kuburan yaitu itu bukanlah tempat beribadah. Supaya tempat tinggal kita tak seperti kuburan yang mungkin saja banyak setan pengganggu, pakai tempat tinggal kita untuk beribadah.

Hadis ini sekalian menuntut Anda yang belum dapat membaca Alquran supaya selekasnya serta serius dalam belajar Alquran. Untuk jadikan tempat tinggal Anda sebagai taman bacaan Alquran, mustahil sehari-hari Anda mesti mengundang orang lain untuk membaca Alquran dirumah anda.

Dalam hadis yang lain, dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
اج�'عَلُوا فِي بُيُوتِكُم�' مِن�' صَلاَتِكُم�' وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا
“Jadikanlah sisi shalat kalian dirumah kalian. Janganlah menjadikan tempat tinggal kalian seperti kuburan. ” (HR. Bukhari 432, Muslim 777, serta yang lain).

Maksud shalat di sini yaitu shalat sunah yang ditangani sendiri serta tak berjamaah. Seperti dinyatakan dalam hadis :
إِنَّ أَف�'ضَلَ صَلاَةِ المَر�'ءِ فِي بَي�'تِهِ إِلَّا الصَّلاَةَ المَك�'تُوبَةَ
 " Sebenarnya shalat seorang yang paling penting yaitu shalat yang ditangani di tempat tinggalnya, terkecuali shalat harus. ” (HR. Bukhari 7290 serta yang lain).

2. Baca doa saat masuk rumah

Hal kecil yang mungkin saja butuh dibiasakan yaitu mengawali semua yang utama dengan doa atau dzikir. Satu diantaranya, saat kita masuk tempat tinggal. Walau kelihatanya sepele, tetapi akhirnya mengagumkan.

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَي�'تَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِن�'دَ دُخُولِهِ، وَعِن�'دَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّي�'طَانُ : لَا مَبِيتَ لَكُم�' وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ فَلَم�' يُذ�'كَرِ اللَّهَ عِن�'دَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّي�'طَانُ : أَد�'رَك�'تُمُ ال�'مَبِيتَ
“Apabila ada orang yang masuk tempat tinggal, lalu dia mengingat Allah saat masuk, serta saat makan, jadi setan bakal menyampaikan (pada rekannya) : ‘Tidak ada tempat bermalam serta tak ada makan malam. ’ Namun jika dia tak mengingat Allah (bismillah serta janganlah lupa katakan salam) saat masuk, jadi setan menyampaikan : ‘Kalian memperoleh tempat bermalam " (HR. Muslim 2018, Abu Daud 3765 serta yang lain)

3. Baca basamalah saat tutup pintu

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi banyak anjuran supaya kita tak terganggu setan. Satu diantaranya :
وَأَغ�'لِقُوا الأَب�'وَابَ وَاذ�'كُرُوا اس�'مَ اللَّهِ، فَإِنَّ الشَّي�'طَانَ لاَ يَف�'تَحُ بَابًا مُغ�'لَقًا
“Tutuplah pintu, serta sebutlah nama Allah. Lantaran setan akan tidak buka pintu yang tertutup (yang dimaksud nama Allah). ” (HR. Bukhari 3304, Muslim 2012 serta yang lain)

4. Berdoa saat keluar rumah

Satu doa saat keluar tempat tinggal. Ringkas, gampang dihafal, namun khasiatnya besar :
بس�'مِ اللَّهِ تَوَكَّل�'تُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَو�'لَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
BISMILLAHI TAWAKKALTU ‘ALALLAAH, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH
Dengan nama Allah saya bertawakkal pada Allah. Tidak ada daya serta kemampuan terkecuali dengan Allah.

Dalam hadis dinyatakan, siapa yang keluar tempat tinggal lalu dia membaca doa diatas, jadi di sampaikan padanya : Anda di beri panduan, dicukupi serta dilindungi. Jadi setan lalu berteriak :
كَي�'فَ لَكَ بِرَجُلٍ قَد�' هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ
“Bagaimana kalian dapat mengganggu orang yang telah di beri hidayah, dicukupi, serta dilindungi. ” (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426 serta dishahihkan al-Albani)

Selain amalan serta dzikir diatas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan pada umatnya untuk lakukan sikap spesifik supaya tempat tinggalnya dimasuki malaikat serta dijauhi setan. Di antara sikap itu adalah

- Menghindari tempat tinggal Anda dari gambar makhluk bernyawa

Siapa kira, nyatanya gambar makhluk bernyawa dapat bikin jin serta setan nakal itu makin kerasan dirumah kita. Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
أَنَّ المَلاَئِكَةَ لاَ تَد�'خُلُ بَي�'تًا فِيهِ صُورَةٌ
“Sesungguhnya malaikat akan tidak masuk tempat tinggal yang di dalamnya ada gambar. ” (HR. Bukhari 3224, Nasai 5348 serta yang lain).

Saat malaikat penebar rahmat tak masuk tempat tinggal Anda, di waktu tersebut makhluk lain, yang juga tak terlihat, bakal menukar posisi mereka. Photo keluarga, gambar binatang dan sebagainya mungkin saja bikin tempat tinggal Anda semakin indah untuk setan.

- Menghindari tempat tinggal Anda dari musik

Beberapa orang tak sadar, nyatanya nada ini beresiko. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya “mizmarus syaithan” (musik setan). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan salah nya ialah lonceng. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَي�'هِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي ال�'جَرَسِ مِز�'مَارُ الشَّي�'طَانِ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata mengenai lonceng : musik setan. (HR. Abu Daud 2556)
Di peluang yang sama, malaikat penebar rahmat hindari tempat tinggal yang dipenuhi dengan musik. Dari Ummu Salamah radhiallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّ ال�'مَلَائِكَةَ لَا تَص�'حَبُ رُف�'قَةً فِيهَا جَرَسٌ
“Sesungguhnya malaikat akan tidak mengikuti rombongan yang disana ada loncengnya. ” (HR. Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir, 1001).

Kita sudah mengerti, berlangsung sikap kontradiktif pada malaikat penebar rahmat dengan setan pembangkang. Saat satu diantaranya menghindar, di waktu tersebut yang satunya menukar. Menjadikan tempat tinggal Anda seperti taman-taman malaikat penebar rahmat, bukanlah tempat peristirahatan yang nyaman untuk setan.

- Tidaklah terlalu cemas dengan masalah yang ada.

Umumnya, orang yang bakal tempati tempat tinggal baru ada yang terasa cemas dengan makhluk halus yang peluang telah menghuni tempat tinggal itu. Menanggapi hal semacam ini, sikap yang paling baik pasti menyingkirkan kecemasan itu serta berlaku umum saja, Sikap tak perduli, nyatanya jadi langkah ampuh untuk untuk mengusir syetan. Setan, seperti manusia, saat dia mengganggu lalu tak menggubris. Dia bakal jemu untuk mengganggu. Demikian sebaliknya bila di perhatikan, dia makin menjadi-jadi dalam menggoda.

Selamat tempati tempat tinggal baru, mudah-mudahan peroleh barokah, Aamiin...
Diberdayakan oleh Blogger.