SUBHANALLAH !!!!!! TERNYATA INILAH KANDUNGAN DARI AYAT KURSI, BAGI YANG MERASA MUSLIM WAJIB BACA AGAR MENGERTI, JANGAN HANYA SHARE DAN KOMEN, BILA BERMANFAAT TOLONG SHARE SEBANYAK MUNGKIN KESELURUH UMAT MUSLIM DI SEDUNIA!!!


Saat makin jauh memahami kandungan ayat kursi, kita bakal temukan pelajaran tauhid yang demikian bernilai. Saat makin dalam merenungi maknanya, kita bakal memperoleh ketenangan hati serta kemantapan jiwa.

http :// okezone-post. blogspot. co. id/

Manusia kerap lupa atau “pura-pura” lupa kalau semuanya yang ia punyai sesungguhnya bukanlah kepunyaannya. Harta, tahta, keluarga serta semuanya yang ada digenggaman kita hanya titipan saja.

Bahkan juga diri kita juga sesungguhnya bukanlah punya kita serta bukanlah dalam kekuasaan kita. Imam Ali bin Abi tholib pernah di tanya, “Bagaimana engkau mengetahui tuhanmu? ”

Beliau menjawab, “Dengan tidak berhasilnya beberapa gagasan, jadi saya meyakini kalau diriku ada yang mengatur serta bukanlah dalam kekuasaanku. ”

Semuanya hanya titipan, tetapi dalam Hadist Qudsi-Nya, Allah Berfirman,
“Wahai anak Adam, engkau senantiasa menyampaikan hartaku hartaku. Tidakkah harta itu saat kau makan bakal pupus, saat kau gunakan bakal lapuk serta saat kau berikanlah baru bakal abadi. ”

Mereka tak sadar kalau semuanya Punya Allah swt,

وَآتُوهُم مِّن مَّالِ اللَّهِ الَّذِي آتَاكُم�'

“Dan berikanlah pada mereka beberapa dari harta Allah yang Dikaruniakan-Nya padamu. ” (QS. an-Nur : 33)

Mereka tidak sadar kalau semuanya yaitu amanah dari-Nya,

وَأَنفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُم مُّس�'تَخ�'لَفِينَ فِيهِ

“Dan infakkanlah (di jalan Allah) beberapa dari harta yang Dia sudah Jadikan anda sebagai penguasanya (amanah). ” (QS. al-Hadiid : 7)

Dengan terang Al-Qur’an Memakai kata “harta Allah” sebagai lambang kalau sesungguhnya manusia tidak mempunyai apa-apa. Lantas bila kita di tanya, apa buktinya semuanya hanya titipan?


Buktinya begitu gamblang, tidakkah kita kerap lihat seorang yang diwaktu pagi kaya raya serta sore harinya jatuh miskin tidak bersisa? Tidakkah kita melihat seseorang yang badannya kekar mendadak sakit tidak berdaya?

Bila Allah Berkehendak, Dia bisa mencabut semuanya titipan itu dalam waktu relatif cepat mata. Masihkah kita memikirkan semuanya kesenangan itu betul-betul punya kita?

Penggalan ayat kursi di atas menginginkan mengajarkan arti tauhid yang sesungguhnya kalau kita tak mempunyai apa-apa, semuanya yaitu Punya Allah semata. Pelajaran bila betul-betul direnungkan bakal memberi dampak yang mengagumkan dalam kehidupan kita.

Serta pelajaran yang bisa kita ambillah dari penggalan ayat kursi ini yaitu :

1. Bila semuanya kesenangan itu bukanlah punya kita, jadi manfaatkanlah sesuai sama apa yang diinginkan pemiliknya. Bila kita memakainya untuk suatu hal yg tidak disenangi sang yang memiliki, jadi sama juga kita tengah merampas suatu hal yang bukanlah punya kita.

2. Bila semuanya kesenangan itu cuma titipan, jadi kita bakal berlomba untuk sharing serta sama-sama menolong. Lantaran semuanya bukanlah punya kita, lalu mengapa mesti pelit untuk sharing?

3, Bila semuanya anugerah itu cuma titipan, kita akan tidak terasa sombong. Untuk apa bangga diri dengan suatu hal yang bukanlah punya kita?

4. Bila semuanya cuma titipan, kita bakal mempunyai batasan untuk memakainya. Bila kita semena-mena, tidakkah Allah Dapat Mencabut kesenangan itu dalam waktu relatif cepat?

Tetapi kita pantas bersukur lantaran mempunyai Tuhan yang Arhamur Rahimin. Cobalah pikirkan, Dia cuma Menyuruh kita keluarkan sedikit dari harta titipan itu. Selebihnya silakan pakai serta nikmati.

Tidak cuma itu, bila kita ingin sharing, Allah bakal Menggantinya bahkan juga Melipatgandakan balasannya. Meskipun sesungguhnya harta itu yaitu Milik-Nya. Adakah yang lebih Penyayang dari Allah swt?

Arti Lain dari Penggalan Ayat diatas

Serta arti lain dari penggalan ayat kursi ini yaitu :

1. Allah Menginginkan Menerangkan kalau Diri-Nya yaitu Yang memiliki Langit serta Bumi. Jadi saat Allah Memberi ketentuan serta undang-undang, semua untuk kebaikan makhluk-Nya. Lantaran Dia-lah Yang memiliki yang paling tahu yang paling baik untuk hamba-Nya.

2. Bila manusia menentang Allah, ketahuilah kalau penentangan itu tak merugikan-Nya sedikitpun. Lantaran Dia yaitu Yang memiliki Alam Semesta.

Jadi siapa saja yang mendatangkan ayat ini dalam kehidupannya, ia akan tidak pernah gentar saat hadapi siapa saja. Lantaran ia tengah berbarengan Yang memiliki Alam Semesta. Siapa lagi yang bakal ia takuti?

Mudah-mudahan ayat ini bisa jadi pegangan hidup kita hingga tak ada lagi kata takut serta sedih dalam hadapi semua keadaan apa pun. Mudah-mudahan berguna untuk kita semuanya semua umat muslim sedunia.... Amin
Diberdayakan oleh Blogger.