UNTUK APA KITA DICIPTAKAN DI DUNIA INI?........[[[ LIHAT SELENGKAPNYA DI BAWAH INI }}} BANTU SHARE YA ?


Semua puji untuk Allah Rabb semesta alam, shalawat serta salam pada Nabi kita Muhammad, pada keluarga, beberapa teman dekat serta yang mengikutinya dengan baik sampai hari pembalasan.
Masihlah ada segelintir orang yang nampak dalam dianya pertanyaan seperti ini, bahkan juga dia belum temukan jawaban dari pertanyaan ini sampai berpuluh-puluh th. lamanya. “Untuk maksud apa sih, kita di ciptakan didunia ini? ”, sekian pertanyaan yang senantiasa nampak dalam benaknya. Lantas beberapa hingga dia bertanya juga, “Kenapa kita mesti melaksanakan ibadah? ” Pernah ada yang bertanya sebagian pertanyaan diatas pada kami lewat pesan singkat yang kami terima. Mudah-mudahan Allah mempermudah untuk menerangkan hal semacam ini.
http :// okezone-post. blogspot. co. id/
Saudaraku … Berikut Maksud Engkau Hidup Di Dunia Ini
Allah Ta’ala telah menerangkan dengan begitu gamblangnya didalam Al Qur’an apa sebagai maksud kita hidup di muka bumi ini. Coba kita buka lembaran-lembaran Al Qur’an serta kita temui pada surat Adz Dzariyat ayat 56. Disana, Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا خَلَق�'تُ ال�'جِنَّ وَال�'إِن�'سَ إِلَّا لِيَع�'بُدُونِ
“Dan Saya tak membuat jin serta manusia tetapi agar mereka melaksanakan ibadah kepada-Ku. ” (QS. Adz Dzariyat : 56)
Saudaraku … Jadi, Allah tidaklah membiarkan kita demikian saja. Tidaklah Allah cuma memerintahkan kita untuk makan, minum, melepas capek, tidur, mencari sesuap nasi untuk kelangsungan hidup. Ingatlah, tidak cuma dengan maksud seperti ini Allah membuat kita. Namun ada maksud besar dibalik itu semuanya yakni supaya tiap-tiap hamba bisa melaksanakan ibadah kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman,
أَفَحَسِب�'تُم�' أَنَّمَا خَلَق�'نَاكُم�' عَبَثًا وَأَنَّكُم�' إِلَي�'نَا لَا تُر�'جَعُونَ
“Maka apakah anda menduga, kalau sebenarnya Kami membuat anda dengan cara main-main (saja), serta kalau anda akan tidak dikembalikan pada Kami? ” (QS. Al Mu’minun : 115).
Ibnu Qoyyim Al Jauziyah menyampaikan, “Apakah kalian di ciptakan tidak ada maksud serta hikmah, untuk tidak melaksanakan ibadah pada Allah, serta tidak ada balasan dari-Nya? ” (Madaarijus Salikin, 1/98) Jadi melaksanakan ibadah pada Allah yaitu maksud diciptakannya jin, manusia serta semua makhluk. Makhluk mustahil di ciptakan demikian saja tanpa ada diperintah serta tanpa ada dilarang. Allah Ta’ala berfirman,
أَيَح�'سَبُ ال�'إِن�'سَانُ أَن�' يُت�'رَكَ سُدًى
“Apakah manusia menduga, kalau ia bakal dilewatkan demikian saja (tanpa ada pertanggungjawaban)? ” (QS. Al Qiyamah : 36).
Imam Asy Syafi’i menyampaikan,
لاَ يُؤ�'مَرُ وَلاَ يُن�'هَى
“ (Apakah mereka di ciptakan) tanpa ada diperintah serta dilarang? ”.
Ulama yang lain menyampaikan,
لاَ يُثاَبُ وَلاَ يُعَاقَبُ
“ (Apakah mereka di ciptakan) tidak ada balasan serta siksaan? ” (Saksikan Madaarijus Salikin, 1/98)
Bukanlah Bermakna Allah Perlu pada Kita, Malah Kita yang Perlu Beribdah pada Allah
Saudaraku, sesudah kita tahu maksud hidup kita didunia ini, butuh di ketahui juga kalau bila Allah memerintahkan kita untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya, bukanlah bermakna Allah perlu pada kita. Sebenarnya Allah tak menginginkan sedikit juga rejeki dari makhluk-Nya serta Dia juga tak menginginkan supaya hamba berikan makan pada-Nya. Allah lah yang Maha Pemberi Rizki. Cermati ayat setelah itu, lanjutan surat Adz Dzariyat ayat 56. Disana, Allah Ta’ala berfirman,
مَا أُرِيدُ مِن�'هُم�' مِن�' رِز�'قٍ وَمَا أُرِيدُ أَن�' يُط�'عِمُونِ (57) إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو ال�'قُوَّةِ ال�'مَتِينُ (58)
“Aku tak menginginkan rejeki sedikit juga dari makhluk serta Saya tak menginginkan agar mereka berikan makan pada-Ku. Sebenarnya Allah Dialah Maha Pemberi rejeki Yang Memiliki Kemampuan lagi Begitu Kokoh. ” (QS. Adz Dzariyat : 57-58)
Jadi, malah kita yang perlu pada Allah. Malah kita yang perlu lakukan beribadah kepada-Nya.
Saudaraku … Mudah-mudahan kita bisa memerhatikan pengucapan yang begitu indah dari ulama Robbani, Ibnul Qoyyim rahimahullah ketika beliau menerangkan surat Adz Dzariyaat ayat 56-57.
Beliau rahimahullah menyampaikan, “Dalam ayat itu Allah Ta’ala menyampaikan kabar kalau Dia tidaklah membuat jin serta manusia lantaran perlu pada mereka, bukanlah untuk memperoleh keuntungan dari makhluk itu. Walau demikian, Allah Ta’ala Allah membuat mereka malah dalam rencana berderma serta berbuat baik pada mereka, yakni agar mereka melaksanakan ibadah pada Allah, lantas mereka juga nanti bakal memperoleh keuntungan. Semuanya keuntungan juga bakal kembali pada mereka. Hal semacam ini sama seperti dengan pengucapan seorang, “Jika engkau berbuat baik, jadi semuanya kebaikan itu bakal kembali padamu”. Jadi, barangsiapa lakukan amalan sholeh, jadi itu bakal kembali untuk dianya. ” (Thoriqul Hijrotain, hal. 222)
Jelaslah kalau sesungguhnya kita lah yang perlu pada beribadah kepada-Nya lantaran balasan dari beribadah itu bakal kembali pada pada kita.
Apa Arti Beribadah?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyampaikan, “Dalam beribadah itu terdapat mengetahui, menyukai, serta tunduk pada Allah. Bahkan juga dalam beribadah terdapat semua yang Allah cintai serta ridhoi. Titik sentral serta yang paling penting dalam semua yang ada yaitu di hati yakni berbentuk keimanan, mengetahui serta menyukai Allah, takut serta bertaubat pada-Nya, bertawakkal pada-Nya, dan ridho pada hukum-Nya. Diantara bentuk beribadah yaitu shalat, dzikir, do’a, serta membaca Al Qur’an. ” (Majmu’ Al Fatawa, 32/232)
Tak Semuanya Makhluk Mewujudkan Maksud Penciptaan Ini
Butuh di ketahui kalau irodah (kehendak) Allah itu ada dua jenis.
Pertama yaitu irodah diniyyah, yakni tiap-tiap suatu hal yang diperintahkan oleh Allah berbentuk amalan sholeh. Tetapi beberapa orang kafir serta fajir (pakar maksiat) tidak mematuhi perintah ini. Seperti ini dimaksud dengan irodah diniyyah, tetapi amalannya di cintai serta diridhoi. Irodah seperti ini dapat terealisir serta dapat juga tak terealisir.
Ke-2 yaitu irodah kauniyyah, yakni semua suatu hal yang Allah takdirkan serta kehendaki, tetapi Allah tidaklah memerintahkannya. Misalnya yaitu perkara-perkara mubah serta bentuk maksiat. Perkara-perkara sejenis ini tak Allah perintahkan serta tak juga diridhoi. Allah tidaklah memerintahkan makhluk-Nya berbuat kejelekan, Dia tak meridhoi kekafiran, meskipun Allah menginginkan, menakdirkan, serta membuatnya. Dalam soal ini, tiap-tiap yang Dia kehendaki tentu terwujud serta yg tidak Dia kehendaki akan tidak terwujud. Bila kita lihat surat Adz Dzariyat ayat 56,
وَمَا خَلَق�'تُ ال�'جِنَّ وَال�'إِن�'سَ إِلَّا لِيَع�'بُدُونِ
“Dan Saya tak membuat jin serta manusia tetapi agar mereka melaksanakan ibadah kepada-Ku. ” (QS. Adz Dzariyat : 56)
Maksud penciptaan disini termasuk juga irodah diniyyah. Jadi, maksud penciptaan disini tidaklah semuanya makhluk mewujudkannya. Oleh karenanya, dalam tataran kenyataan ada orang yang beriman serta orang yg tidak beriman. Maksud penciptaan disini yakni melaksanakan ibadah pada Allah yaitu perkara yang di cintai serta diridhoi, tetapi tak semuanya makhluk mewujudkannya. (Saksikan kajian Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al Fatawa, 8/189)
Dengan Tauhid serta Kecintaan pada-Nya, Kebahagiaan serta Keselamatan bakal Dicapai
Ibnul Qoyyim rahimahullah menyampaikan, “Tujuan yang terpuji yang bila tiap-tiap insan mewujudkannya dapat meraih kesempurnaan, kebahagiaan hidup, serta keselamatan yaitu dengan mengetahui, menyukai, serta melaksanakan ibadah pada Allah semata serta tak berbuat syirik kepada-Nya. Berikut hakekat dari pengucapan seseorang hamba “Laa ilaha illallah (tak ada sesembahan yang memiliki hak disembah tetapi Allah) ”. Dengan kalimat berikut beberapa Rasul diutus serta semuanya kitab di turunkan. Satu jiwa tidaklah jadi baik, suci serta prima tetapi dengan mentauhidkan Allah semata. ” (Miftaah Daaris Sa’aadah, 2/120)
Kami memohon pada Allah, supaya menunjuki kita sekalian serta semua golongan muslimin pada pengucapan serta amalan yang Dia cintai serta ridhoi. Tak ada daya untuk lakukan ketaatan serta tak ada kemampuan untuk meninggalkan yang haram tetapi dengan pertolongan Allah.
وَال�'حَم�'دُ لِلَّهِ رَبِّ ال�'عَالَمِينَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَح�'بِهِ وَسَلَّمَ تَس�'لِيمًا كَثِيرًا دَائِمًا إلَى يَو�'مِ الدِّينِ.
Diberdayakan oleh Blogger.